Jokowi Hadir sebagai Saksi di PN Jakarta Timur, Bawa Dokumen Ijazah Asli
On Kamis, November 05, 2026
di PN Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).
KONTRAS7.CO.ID — JAKARTA — Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menghadiri persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026), untuk memberikan keterangan sebagai saksi dalam perkara dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait polemik keaslian ijazah.
Informasi persidangan ini dikutip dari Dandapala, media informasi Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung RI, dalam pemberitaan yang ditulis Anandy Satrio pada Kamis (5/11/2026).
Jokowi tiba di PN Jakarta Timur sekitar pukul 08.30 WIB dengan pengawalan sejumlah ajudan. Kehadirannya menarik perhatian masyarakat dan awak media yang telah berada di lingkungan pengadilan sejak pagi.
Mengenakan batik lengan panjang bernuansa cokelat dan peci hitam, Jokowi sempat memberikan keterangan kepada awak media sebelum memasuki gedung pengadilan. Ia memastikan telah membawa dokumen yang diperlukan untuk kepentingan persidangan, termasuk ijazah aslinya.
Saat ditanya wartawan mengenai dokumen tersebut, Jokowi menjawab singkat, “Bawa.”
Kehadiran Jokowi merupakan tindak lanjut dari permintaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan sebelumnya pada Rabu (28/10/2026). Selain Jokowi, JPU juga meminta agar ajudannya, AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah, dihadirkan untuk memberikan keterangan di hadapan majelis hakim.
Dalam persidangan, Ketua Majelis Hakim Christina Endarwati mengawali pemeriksaan dengan mengonfirmasi identitas Jokowi, termasuk keterangan mengenai kedudukannya sebagai Presiden ke-7 Republik Indonesia.
“Kalau ini di KTP tertulis sebagai Presiden ke-7 RI?” tanya Ketua Majelis Hakim.
“Betul,” jawab Jokowi.
Majelis hakim kemudian menanyakan kesediaan Jokowi untuk diambil sumpah sebelum memberikan keterangan. Jokowi menyatakan bersedia dan mengaku dalam kondisi sehat untuk mengikuti pemeriksaan.
Hakim juga mengingatkan agar setiap pertanyaan dari para pihak dijawab secara tegas dan jelas sehingga dapat didengar oleh seluruh pihak di ruang sidang.
Pemeriksaan Jokowi merupakan bagian dari tahapan pembuktian. Keterangan yang disampaikan di hadapan majelis hakim nantinya akan dinilai bersama alat bukti lainnya dalam proses pemeriksaan perkara.
Perkara tersebut berkaitan dengan dugaan fitnah dan pencemaran nama baik menyangkut tudingan mengenai keaslian ijazah Jokowi. Dalam perkara ini, Jaksa Penuntut Umum mendakwa Roy Suryo dengan ketentuan Pasal 433 ayat (1) juncto Pasal 441 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), serta ketentuan lain dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Pada hari yang sama, persidangan dengan terdakwa Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa juga dijadwalkan berlangsung pada siang hari. Namun, kedua perkara tersebut tetap diperiksa secara terpisah dan tidak digabung dalam satu persidangan.
Penjadwalan pada hari yang sama dilakukan atas permintaan JPU dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan keselamatan.
Tingginya perhatian masyarakat terhadap persidangan tersebut membuat pengamanan di sekitar PN Jakarta Timur diperketat. Kepolisian juga melakukan pengaturan lalu lintas secara situasional untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi pengadilan.
Keterangan Jokowi sebagai saksi menjadi salah satu bagian dari proses pembuktian. Selanjutnya, majelis hakim akan mempertimbangkan seluruh keterangan saksi dan alat bukti sebelum mengambil keputusan dalam perkara tersebut.

























